Mphnews- .BATANG- Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mencapai 411 orang yang kebanyakan duduk bangku PAUD atau TK sederajat,bdi kelas SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 orang telah diperbolehkan pulang ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bela Sejahtera yang memberikan makanan diduga memicu keracunan 411 orang di Kecamatan Bawang, Kamis (24/9/2026).
Faiz Kurniawan menuturkan, Pemerintah Daerah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal dan menanggung biaya perawatan korban. Selain itu juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban yang harus mendampingi pasien selama menjalani perawatan.
“ Kami juga akan membantu keluarga korban, di mana nanti penunggu pasien karena terpaksa mungkin sehari dua hari ini mereka enggak bisa bekerja.Karena ada anaknya keracunan atau bahkan mungkin orang tuanya keracunan,”ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial saat ini tengah menghitung besaran santunan bagi penunggu pasien diperkirakan berada pada kisaran Rp100 ribu- Rp150 ribu per hari untuk setiap keluarga korban.
Dalam peninjauan dapur di SPPG, perwakilan BGN menemukan sejumlah standar yang dinilai belum terpenuhi. Di antaranya kondisi bangunan, seperti dinding yang belum permanen.
Selain itu beberapa bagian area dapur yang belum sesuai standar. Temuan itu akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan operasional SPPG Bela Batang Sejahtera.
“SPPG tersebut saat ini telah dihentikan sementara.Kalau memang dirasa tidak layak untuk melanjutkan pelayanan gizi kepada masyarakat, ya harus kita tutup secara permanen,”tegas Faiz.
Keputusan tersebut nantinya akan dibahas bersama BGN berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh.Pemkabbke depan mengevaluasi secara total dan kemudian masyarakat percaya pemerintah mampu memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat.
Kepala KPPG Semarang Hadiriajaya mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi awal setelah terjadinya dugaan keracunan. Tim BGN melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan dapur SPPG serta memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.
“Kami juga melakukan investigasi awal. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, kemudian satgas, terutama Dinkes untuk melakukan investigasi pengambilan sampel makanan untuk dilakukan uji lab,” tuturnya.
Dari pemeriksaan awal melalui CCTV, BGN menemukan adanya proses pengolahan makanan yang dilakukan lebih awal dari waktu yang ditetapkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP).Diketahui proses pengolahan makanan terlihat dimulai sekitar pukul 19.30.
Padahal, berdasarkan SOP, pengolahan makanan seharusnya dilakukan setelah pukul 02.00 dini hari.
Temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang akan didalami dalam investigasi untuk mengetahui kaitannya dengan kejadian dugaan keracunan.Selain itu karakteristik korban yang terdampak tidak hanya berasal dari kelompok penerima manfaat MBG.
Karena juga terdapat balita dan orang dewasa, kondisi tersebut perlu didalami. Karena terdapat kemungkinan makanan MBG dibawa pulang oleh penerima manfaat dan kemudian dikonsumsi anggota keluarga yang bukan penerima manfaat.
“Dari jumlah korban yang terdampak cukup banyak, mulai dari balita, anak-anak, dan juga ada usia yang bukan penerima manfaat. Itu mungkin perlu kami dalami lagi karena memang ada kemungkinan makanan ini dibawa pulang oleh orang tua dari penerima manfaat yang tidak seharusnya menerima MBG,”tandasnya.
Sebagai tindak lanjut sampel makanan t diambil oleh tim kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
Pemkab Batang bersama BGN memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh.Baik terhadap proses pengolahan, bangunan, penerapan SOP, maupun distribusi makanan.
“Kami akan mengevaluasi menyeluruh. Agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tuturnya.
Keterangan Foto :
Bupati Batang M Faiz Kurniawan (peci hitam), bersama BGN Provinsi Jateng meninjau dapur SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.












