Mphnews— Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan atau desa di Kabupaten Batang tengah menjadi perhatian publik. Proyek yang seharusnya dengan anggaran Rp 1,4 M , kenyataan di lapangan diduga hanya dianggarkan Rp 900 juta itu dinilai “sedap-sedap ngeri” oleh sejumlah pihak, menyusul munculnya pertanyaan terkait perencanaan, pelaksanaan, hingga transparansi penggunaan anggaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan koperasi tersebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat dan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
Namun, di lapangan, sejumlah warga menyoroti progres pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.
“Kalau melihat bangunannya, masyarakat tentu bertanya-tanya. Anggarannya besar, tapi hasilnya seperti ini,” ujar salah seorang warga setempat , Jumat (30/1/26).
Selain soal fisik bangunan, warga juga menyoroti minimnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, keberadaan papan proyek dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan kepada publik terkait nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan.
Hingga kini, pembangunan Koperasi Merah Putih tersebut masih terus berjalan. Publik pun berharap proyek dengan anggaran milyaran rupiah itu benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa atau kelurahan, serta dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.(red)












