Mphnews – Upaya modifikasi cuaca kembali dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Metode yang digunakan adalah penyemaian garam ke awan hujan, sebuah teknologi yang dikenal sebagai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan telah diterapkan di Indonesia selama puluhan tahun.
Modifikasi cuaca ini bertujuan mengendalikan distribusi curah hujan agar tidak turun secara ekstrem di wilayah rawan. Garam, yang umumnya berupa natrium klorida (NaCl), disemai menggunakan pesawat ke awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan lebat. Penyemaian dilakukan sebelum awan memasuki wilayah daratan padat penduduk.
Secara ilmiah, garam berperan sebagai inti kondensasi yang mempercepat proses penggabungan butiran air di dalam awan. Dengan demikian, hujan dapat dipercepat turun di lokasi yang lebih aman, seperti di perairan atau wilayah terbuka, sehingga awan kehilangan potensi untuk berkembang menjadi hujan deras di kawasan rawan banjir.
Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan secara sembarangan. Tim meteorologi terlebih dahulu melakukan analisis cuaca secara menyeluruh, meliputi pola angin, kelembapan udara, suhu, serta jenis dan ketinggian awan. Jika kondisi dinilai memenuhi kriteria, barulah penyemaian garam dilakukan secara terukur dan terbatas.
Pihak terkait menegaskan bahwa modifikasi cuaca bukan bertujuan menghilangkan hujan sepenuhnya, melainkan mengatur waktu dan lokasi turunnya hujan agar dampaknya dapat diminimalkan. Teknologi ini bersifat sementara dan hanya efektif pada kondisi atmosfer tertentu, sehingga tidak bisa digunakan setiap saat.
Dari sisi lingkungan, penggunaan garam dalam operasi modifikasi cuaca dinilai relatif aman. Jumlah bahan yang digunakan sangat kecil dan telah melalui kajian ilmiah mendalam. Hingga kini, belum ditemukan dampak negatif signifikan terhadap ekosistem maupun kesehatan masyarakat akibat penerapan teknologi tersebut.
Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem sebagai dampak perubahan iklim, modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah mitigasi yang strategis. Meski bukan solusi utama, teknologi ini dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengurangi risiko bencana, melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi.
Ke depan, modifikasi cuaca diharapkan terus dilakukan secara hati-hati, berbasis data ilmiah, serta terkoordinasi lintas instansi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.












