Mphnews – Sebelum era internet cepat, cloud storage, dan flashdisk berkapasitas ratusan gigabyte, dunia komputer pernah mengenal sebuah media penyimpanan yang sangat berjasa: Floppy Disk 1.44MB. Pada dekade 1990-an, disket ini menjadi raja penyimpanan data yang hampir selalu menemani pengguna komputer, baik di sekolah, kantor, maupun rumah.
Floppy disk 3,5 inci dengan kapasitas 1,44 megabyte dianggap sebagai teknologi canggih pada masanya. Dengan ukuran tersebut, pengguna sudah bisa menyimpan berbagai file penting seperti dokumen teks, tugas sekolah, laporan kerja, hingga program komputer sederhana. Bahkan, banyak aplikasi dan game ringan yang didistribusikan melalui beberapa keping floppy disk.
Secara fisik, floppy disk berbentuk kotak plastik kecil dengan lapisan magnetik di dalamnya. Untuk mengakses data, disket harus dimasukkan ke dalam floppy drive yang terpasang di komputer. Proses ini terasa sederhana, namun sangat krusial di masa ketika koneksi internet belum umum digunakan.
Menariknya, meski kini sudah jarang dipakai, bentuk floppy disk tetap hidup sebagai ikon tombol “save” di berbagai perangkat lunak modern. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh teknologi ini dalam sejarah komputasi.
Seiring berkembangnya zaman, keterbatasan kapasitas dan kecepatan membuat floppy disk tergantikan oleh CD, DVD, USB flash drive, hingga penyimpanan berbasis cloud. Namun demikian, floppy disk tetap memiliki tempat istimewa sebagai simbol awal revolusi penyimpanan data digital.
Bagi generasi 90-an, floppy disk bukan sekadar media penyimpanan, melainkan bagian dari nostalgia masa awal mengenal dunia komputer.












