Batang  

Eks Pangkalan Truk Desa Banyuputih, Bupati Wihaji Konsisten Islamic Center Dibangun

BATANG- Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan tim advokasi keadilan untuk Petamanan lakukan audiensi dengan Pemkab Batang di Aula Kantor Bupati.

Audensi dilakukan karena warga masih bersih kukuh menolak pembangunan gedung yang berlokasi di pangkalan truk dukuh Petamanan desa Banyuputih, Senin (11/1/2021).

Bupati Batang, Wihaji dalam pertemuan tersebut menuturkan bahwa alih fungsi eks pangkalan truk untuk lokasi pembangunan Islamic Center sudah final dan sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan.

“Proses dari mulai dengar pendapat publik sudah kita lalui, saya yakini semua proses sesuai perundang – undangan. Karena kebebasan hak saya dibatasi kebebasan hak sudara dan saya bertanggungjawab penuh atas keputusan ini berdasarkan perundang – undangan,” kata Wihaji.

Dijelaskannya, Indonesia adalah negera hukum setiap warga negera berhak melakukan upaya hukum dan Pemkab Batang sangat menghormatinya.

“Saya sangat menghormati upaya tim advokasi warga terdampak dari alih fungsi lahan eks pangkalan truk. Saya juga akan turun berdialog dengan warga untuk mencari jalan keluar,” ungkap Wihaji.

Untuk pangkalan truk, Kata dia, Pemkab sudah mencari titik – titik lokasi lain sebagai pangakalan truk baru dan warga terdampak yang kehilangan mata pencaharian akan carikan solusi.

Tidak hanya itu, Pemkab juga telah memberikan uang kerohiman kepada sejumlah warga penyewa kios dan lahan serta uang bongkar bangunan.   
“Insaallah sudah ada jalan keluarnya untuk pangkalan truk, dan terpenting saat ini juga mencari solusi warga terdampak. Saya tidak pernah menggusur, karena tanah itu hak Pemkab,” Ungkapnya.

Sementara itu, Frans satu diantara mahasiswa dari fakultas hukum Unnes menuturkan, Pemkab Batang harus mengambli langkah bijak dengan mendengar dan mengakomodasi permintaan dari masyarakat untuk memindahkan rencana lokasi Pembangunan Islamic center ke lokasi lain.

“Bangunlah Islamic Center sebagai kebutuhan masyarakat tapi jangan akhirnya dibangun di wilayah yang masih ada ruang hidupnya,” jelasnya.

Ia pun mengatakan pertimbangan memindahkan lokasi pembangunan gedung Islamic center tidaklah begitu sulit ke lokasi yang berbeda.

“Jadi masih ada waktu, karena penggusuran tidak akan menyisakan kebahagian, rata – rata hanya menyisakan air mata, dan itulah yang kami perjuangkan sebagai langkah antisipasi,” tuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *