Bersih-bersih Sungai Kalisono di Kecamatan Kandeman Libatkan Lintas Sektoral, Antisipasi Banjir

Mphnews -BATANG– Upaya antisipasi banjir terus dilakukan di wilayah Kabupaten Batang. Salah satunya melalui kegiatan bersih-bersih Sungai Kalisono yang berada di Kecamatan Kandeman. Kegiatan ini melibatkan lintas sektoral, mulai dari Dinas LH, dinas Kelautan dan Perikanan, Forkopimca Kandeman, perwakilan wadimor , Pemdes dan Gapoktan desa Ujungnegoro, Tegalsari,depok, Kandeman, desa juragan, anggota Sub Polsek Kandeman, relawan, hingga masyarakat setempat.

Program Kali Bersih Sungai Sono Kandeman dilakukan sebagai respons atas tingginya potensi banjir saat musim hujan, akibat pendangkalan sungai serta penumpukan sampah dan material sedimen di sepanjang aliran sungai. Sungai tersebut merupakan salah satu jalur aliran air utama pertanian dan yang melintasi permukiman warga di Kecamatan Kandeman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rusmanto, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi. Menurut dia, peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan banjir dapat berjalan optimal.Selasa(27/1/)

“Normalisasi dan pembersihan Sungai Sono ini tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu kami melibatkan lintas sektoral, mulai dari perangkat daerah terkait, Polri, pemerintah desa, Gapoktan hingga masyarakat. Harapannya, aliran sungai kembali lancar dan risiko banjir bisa ditekan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut meliputi pengangkatan sampah, pembersihan semak belukar di bantaran sungai, serta pengerukan sedimen yang menyebabkan penyempitan alur sungai. Alat berat turut diterjunkan untuk mempercepat proses normalisasi, terutama di titik-titik yang mengalami pendangkalan cukup parah.

Kusrin Camat Kandeman Kabupaten Batang menjelaskan bahwa Sungai Sono termasuk wilayah rawan genangan saat curah hujan tinggi. Oleh karena itu, langkah preventif seperti bersih – bersih sungai dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan pascabencana.

“Ini adalah langkah mitigasi. Dengan sungai yang bersih dan alirannya lancar, air hujan dapat mengalir dengan baik ke hilir tanpa meluap ke permukiman warga,” katanya.

Selain itu, apara Polri yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut membantu pengamanan serta mengajak warga sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Salah satu warga Desa Kandeman Kasdur mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap bersih – bersih Sungai Sono dapat dilakukan secara rutin, terutama menjelang musim penghujan.

Menurutnya, banjir yang kerap terjadi sebelumnya cukup mengganggu aktivitas warga dan berpotensi merusak rumah serta lahan pertanian.

“Kalau sungainya bersih, kami sebagai warga juga merasa lebih aman. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *