Batang  

Ada Halaqoh Ilmu Pesantren Di Rutan Batang

Mphnews.id-Batang-Masa pandemi bukanlah halangan untuk terus menuntut ilmu agama, kira-kira demikianlah semangat dari para santri Pondok Pesantren Darut Taubah Rutan Batang dalam menuntut ilmu didalam rutan. Tampak ada 2 halaqah atau kelas pengajian tajwid (cara baca Al-Qur’an) pada hari ini, Kamis (9/9/2021).

Kelas B diperuntukkan untuk pemula sedangkan kelas A untuk tingkat lanjutan.

Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Batang Fanny Yusuf Irawan menuturkan pihaknya sengaja membuat dua kelas untuk membedakan antara santri pemula dengan lanjutan. “Pembelajaran selalu diikuti dengan evaluasi, santri yang sudah memenuhi kriteria dimasukkan kelas berikutnya” terang fanny.

Dengan penerapan kelas tersebut diharapkan kemajuan belajar santri dapat dipantau.
Hasilnya dapat dirasakan oleh santri seperti M Riza (39), salah seorang santri yang ikut kelas A. dirinya mengaku awalnya ikut kelas B karena sejak masuk rutan ia belum bisa baca tulis Al-Qur’an. Sekarang Riza sudah mulai bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar. “Saya pertama masuk tidak bisa baca AlQur’an. Kemudian ikut santri dan masuk kelas B untuk pemula. Alhamdulillah saya sekarang sudah masuk kelas A dan sudah bisa membaca Al-Qur’an” terang M Riza.

Fanny menambahkan pengajar di Ponpes Darut Taubah Rutan Batang masih mengandalkan dari WBP sendiri yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang agama dengan pemantauan dari petugas. Seperti Lilhadi WBP yang dipercaya mengajar tajwid kelas A dan Faisol Umar, WBP yang dipercaya mengajar tajwid kelas A.

Selain materi tajwid, di Ponpes Darut taubah Rutan Batang juga diberikan materi lain berupa bahasa arab, baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), akidah dan hadits. Aktifitas belajar mengajarpun tak terbatas di masjid tapi juga di blok hunian yang sudah “disulap” menjadi blog santri lengkap dengan mushalanya. Saat ini terdapat 67 WBP yang menjadi santri. Pendaftaran santripun kini dipermudah dengan adanya layanan SITEMPOL PISAN (Sistem Informasi Tempel Jempol dan Pendaftaran Integrasi Santri) yang telah diresmikan oleh Plt Kadivpas Jawa Tengah disaksikan Wakil Bupati Batang akhir bulan lalu. dengan layanan ini, WBP yang ingin mendaftar menjadi santri cukup menempelkan ibu jari ke fingerprint dan langsung akan diproses oleh bagian Subsie Pelayanan Tahanan.

Kedepannya Fanny memprogramkan akan melaksanakan pengajian secara virtual bekerjasama dengan Kemenag Kabupaten Batang. “Rencana kedepan pengajian akan kami gelar lagi dengan pembicara dari Kemenag Batang namun dengan cara virtual seminggu sebanyak 2 kali” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *