Mphnews – Menghadapi bencana alam atau kondisi darurat bukanlah hal mudah. Situasi yang serba terbatas menuntut kesiapsiagaan sejak dini, tidak hanya dari sisi fisik dan peralatan keselamatan, tetapi juga dari ketersediaan makanan dan minuman. Salah satu langkah penting yang direkomendasikan adalah menyiapkan makanan tahan lama sebagai bekal darurat.
Bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki perencanaan yang matang, termasuk dalam urusan logistik pangan. Makanan tahan lama menjadi pilihan utama karena mampu bertahan dalam jangka waktu panjang dan dapat dikonsumsi saat akses terhadap bahan makanan segar terhambat.
Dalam pandangan masyarakat, makanan darurat umumnya identik dengan mie instan, makanan kaleng, atau makanan instan lain yang mudah disiapkan. Jenis makanan seperti nasi instan, bubur seduh, hingga camilan seperti biskuit juga kerap menjadi pilihan karena praktis dan tidak memerlukan proses pengolahan yang rumit.
Secara umum, makanan tahan lama untuk kondisi darurat memiliki beberapa karakteristik utama, antara lain mudah disimpan, ringan dan praktis dibawa, serta tetap aman dikonsumsi dalam waktu lama. Idealnya, makanan tersebut memiliki masa simpan minimal enam bulan hingga satu tahun, selama disimpan sesuai petunjuk. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa dan memastikan kemasan masih dalam kondisi baik.
Selain mie instan, terdapat alternatif makanan lain yang dapat dijadikan bekal saat bencana, salah satunya sarden kaleng. Olahan ikan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan protein harian, mudah dikonsumsi, serta memiliki daya simpan yang cukup lama berkat kemasan kalengnya. Faktor harga yang relatif terjangkau juga menjadikan sarden sebagai pilihan favorit di tengah kondisi darurat.
Tak hanya soal ketersediaan, aspek gizi juga menjadi hal yang tak kalah penting. Tubuh membutuhkan asupan gizi seimbang agar tetap bertenaga dan mampu menjaga daya tahan tubuh. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama, sementara protein dibutuhkan untuk menjaga massa otot dan meningkatkan sistem imun.
Selain itu, lemak juga memiliki peran penting, terutama lemak sehat yang berfungsi sebagai cadangan energi dan membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Kombinasi nutrisi yang tepat akan sangat membantu tubuh bertahan di tengah kondisi sulit.
Dengan perencanaan yang baik, bekal makanan untuk kondisi darurat tidak hanya berfungsi sebagai pengganjal lapar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh saat menghadapi bencana. Persiapan sejak dini menjadi kunci agar masyarakat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi situasi darurat apa pun












