Desa  

Langkah Kongkrit, Bupati Batang Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pranten

Mphnews -Batang – Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang dalam penanganan pasca-bencana tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, hasil peninjauan di lokasi menunjukkan area terdampak longsor tidak lagi layak dijadikan permukiman karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Setelah meninjau lokasi, kami melihat memang areal yang terdampak longsor ini adalah areal yang menurut kami tidak layak sebagai areal hunian dan akan berpotensi membahayakan manusia yang tinggal di areal tersebut,” katanya saat meninjau lokasi, di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Batang memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama berada di pengungsian. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat yang terdampak tetap bisa punya kehidupan yang berkualitas sampai beberapa hari ke depan. Selama di pengungsian kita upayakan untuk kita bantu kebutuhan pokoknya.

“Bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta dukungan dari berbagai dinas terkait terus disalurkan guna menjaga kondisi para penyintas tetap stabil. Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Pemkab Batang menilai relokasi menjadi langkah paling aman bagi warga yang rumahnya berada di zona rawan longsor,” jelasnya.

Supaya kehidupan keluarganya berkualitas, tentu saja mereka harus direlokasi karena kalau tidak ancaman longsor itu masih akan tetap ada ketika musim penghujan datang. Kita tidak bisa memprediksi ke depan kapan akan ada hujan dengan intensitas tinggi seperti tahun ini.

Ia juga menyebutkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kepala desa, camat, Forkopimcam, BPBD, serta dinas terkait untuk mencari lahan yang aman bagi relokasi. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan lahan eks Perhutani yang saat ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Di lokasi itu nanti kemungkinan akan kita bantu hunian sementara, sambil terus kita upayakan pembangunan perumahan permanen bagi warga terdampak,” tegasnya.

Menurut Faiz, tahap awal relokasi akan memprioritaskan sekitar 14 rumah yang berada di titik paling rawan. Jumlah itu masih berpotensi bertambah.

“Mungkin akan ditambah sekitar 6 sampai 8 rumah lagi, jadi total mungkin antara 20 sampai 22 rumah yang akan kita siapkan penanganannya,” ujar dia.

Pemkab Batang berharap, proses relokasi dapat berjalan lancar agar warga bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman tanpa dibayangi ancaman longsor susulan.

keterangan Foto : Bupatin Batang M. Faiz Kurniawan (kiri), meninjau tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *