Budaya  

SMPN 2 Kandeman  Berpredikat Budaya

Mphnews – Batang – Upaya pelestarian terhadap tari Babalu yang merupakan seni tari khas Kabupaten Batang terus didengungkan oleh Suningsih, sebagai seniman tari sekaligus Kepala SMP Negeri 2 Kandeman kepada anak didiknya. Melihat potensi seni anak didik, SMP tersebut dikukuhkan sebagai Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu, agar regenerasi pelaku seni muda Batang terus tumbuh.

Puluhan pelajar bersama para pendidik membaur dalam semarak pagelaran flashmob Babalu makin menggema, dan kian menunjukkan eksistensinya sebagai kesenian asli Batang yang turut berperan di masa perjuangan. Menariknya, orang nomor satu di SMP Negeri 2 Kandeman itu pun turut menjadi penabuh gamelan saat mengiringi anak didiknya mempersembahkan tari Babalu ciptaannya sendiri.

Sebagai pelaku seni dan pemangku kebijakan di SMPN 2 Kandeman, Suningsih merasa memiliki kewajiban untuk mengenalkan tarian asli Batang itu kepada generasi muda.

“Saya ingin mereka yang nantinya lulus dari sini, wajib menguasai satu tari tradisional, misalnya Babalu yang memang tarian perjuangan masyarakat Batang,” katanya, usai mendampingi pagelaran, di halaman SMPN 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (15/1/2026).

Sebuah kolaborasi yang presisi, mencoba ditampilkan oleh para siswa dan guru, lewat gerak tari Babalu diiringi gamelan dan rampak rebana.

“Sengaja kami kolaborasikan keduanya karena anak-anak di sini mengikuti ekstrakulikuler rebana, sehingga tepat jika dikolaborasikan dengan tari Babalu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suningsih pun sengaja turun langsung menabuh perangkat gamelan. “Kalau saya sebagai kepala sekolah juga terjun nabuh langsung, tujuannya supaya menunjukkan contoh nyata kepada warga sekolah, alhamdulillah setelah rutin berlatih mereka bisa mempersembahkan yang terbaik,” tegasnya.

Senada, Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Batang Sutriyono mengapresiasi pagelaran flashmob yang ditampilkan siswa bersama pendidik. Telah banyak sekolah yang mendapat predikat sekolah budaya secara umum, namun berbeda dengan SMPN 2 Kandeman yang mengkhususkan pada seni tari Babalu.

“Di sekolah-sekolah lain, memang berpredikat sekolah budaya, bedanya di sini memfokuskan untuk seni tari Babalu. SMP lain yang juga menyandang sekolah budaya, di antaranya SMPN 1 Pecalungan, SMPN 7 Batang, SMPN 3 Blado, SMPN 1 Subah,” terangnya.

Salah satu siswi, Velicia mengaku bangga sekolahnya dikukuhkan sebagai Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu. Untuk memeriahkan prosesi pengukuhan, ia bersama puluhan penari lainnya, berlatih selama beberapa pekan, hingga penampilannya berhasil menunjukkan kesan istimewa.

“Memang suka sama tari Babalu dan sudah lama ikut ekstrakurikuler tari. Yang pasti bangga sekolahnya jadi Sekolah Budaya Rampak Rebana Babalu, biar latihannya makin semangat,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *