NPCI Batang Bidik 9 Medali Emas di Peparprov Jateng 2026, Optimistis Tembus 10 Besar

Mphnews, Batang – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Batang Targetkan raih sembilan medali emas pada ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah V Tahun 2026, Rabu 28/10/2026.

Target tersebut menjadi motivasi bagi kontingen Batang untuk meningkatkan prestasi sekaligus menembus 10 besar klasemen perolehan medali tingkat provinsi.

Ketua NPCI Kabupaten Batang, Moh Hikmat, mengatakan pihaknya akan memberangkatkan 25 atlet untuk mengikuti tujuh cabang olahraga.

Kontingen tersebut juga diperkuat 11 pelatih dan ofisial sehingga total anggota yang dipersiapkan mencapai 36 orang.

Peparprov Jateng V 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–26 November 2026 di Kota Solo dan sejumlah lokasi di sekitarnya.

Pemindahan lokasi penyelenggaraan dari Semarang ke Solo dilakukan karena fasilitas pertandingan bagi atlet penyandang disabilitas dinilai lebih siap.

Hikmat menjelaskan, target sembilan medali emas merupakan peningkatan dari capaian sebelumnya. NPCI Batang ingin menambah sedikitnya dua emas agar peluang memperbaiki posisi dalam klasemen semakin terbuka.

“Sekarang kita berambisi minimal menambah dua medali emas, yaitu menjadi sembilan, karena untuk menaikkan peringkat minimal 10 besar,” ujar Hikmat.

Optimisme tersebut didukung perkembangan prestasi atlet Batang dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Peparprov 2024, kontingen NPCI Batang berada di peringkat ke-26. Sementara dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2025, Batang berhasil naik ke peringkat ke-13 dengan raihan tujuh medali emas, lima perak, dan empat perunggu.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi para atlet untuk menghadapi kompetisi tahun ini. NPCI Batang terus mengintensifkan latihan bersama dengan memanfaatkan sumber daya dan anggaran yang tersedia.

Tujuh cabang olahraga yang akan diikuti meliputi atletik, angkat berat, renang, taekwondo, tenis meja, bulu tangkis, dan boccia. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sesuai cabang olahraga masing-masing.

Meski demikian, persiapan kontingen sempat menghadapi kendala pembiayaan.

“NPCI Batang sebelumnya belum memperoleh alokasi anggaran perubahan untuk mendukung keberangkatan atlet menuju arena pertandingan,” ungkap Hikmah.

Pihaknya kemudian melakukan audiensi dengan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, untuk membahas kebutuhan kontingen.

Melalui komunikasi tersebut, NPCI Batang mendapat peluang mengupayakan dukungan keberangkatan bersama Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora).

“Kami mengupayakan yang terbaik dengan kekuatan yang ada dan anggaran yang ada. Kami tetap latihan bersama teman-teman agar Batang bisa meraih prestasi,” katanya.

Selain persoalan anggaran, NPCI Batang juga berupaya mendapatkan dukungan kendaraan operasional. Hingga kini, organisasi tersebut belum memiliki armada sendiri untuk mengangkut atlet menuju lokasi pertandingan.

Hikmat menyebut pihaknya mengupayakan bantuan sekitar empat mobil dinas guna menunjang mobilitas kontingen selama mengikuti Peparprov di Solo dan sekitarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Batang terhadap atlet disabilitas, termasuk rencana pelepasan kontingen oleh bupati. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi para atlet dalam memperjuangkan prestasi.

Ke depan, Hikmat berharap penghargaan bagi atlet NPCI dapat diberikan bersamaan dengan atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi bentuk apresiasi yang setara sekaligus mendorong atlet disabilitas dan nondisabilitas untuk saling memotivasi.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap kontingen NPCI mampu meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.

“Kita berharap mereka berprestasi di tingkat provinsi maupun ke depan tingkat nasional, karena mereka yang membawa dan mengharumkan nama masyarakat dan Kabupaten Batang,” kata Faiz.

Dengan persiapan yang terus dilakukan, kontingen NPCI Batang diharapkan mampu memenuhi target sembilan medali emas.

Keikutsertaan dalam Peparprov Jateng 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet disabilitas serta mendorong perkembangan olahraga yang inklusif di Kabupaten Batang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *