Batang  

Tragis! Nelayan Batang Tenggelam Saat Bekerja di Atas Kapal Penangkap Ikan

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Mphnews, Batang – Seorang nelayan asal Kabupaten Batang dilaporkan tenggelam setelah terjatuh ke laut saat bekerja di atas kapal penangkap ikan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga kini, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Korban diketahui bernama Miftakhul Ulum (37), warga Dukuh Milingan, RT 04 RW 01, Desa Karangasem Utara, Kecamatan Batang. Saat kejadian, korban tengah melaut menggunakan KM Sari Banding GT 25, kapal milik Taryono alias Pion yang dinakhodai Trimulyo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi ketika kapal sedang melakukan proses penebaran alat tangkap jaring tarik berkantung (cantrang). Korban berada di bagian buritan kapal saat aktivitas tersebut berlangsung.

Tanpa diketahui penyebab pastinya, korban tiba-tiba terjatuh ke laut. Melihat kejadian itu, motoris kapal segera melakukan upaya penyelamatan dengan terjun langsung ke laut untuk meraih tubuh korban.

Namun, derasnya kondisi perairan dan cepatnya korban tenggelam membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Korban menghilang sebelum berhasil dievakuasi ke atas kapal.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk segera dilakukan penanganan lebih lanjut. Tim gabungan bersama unsur terkait kini terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban segera ditemukan.

Insiden ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat mencari nafkah di laut. Faktor cuaca, kondisi gelombang, hingga aktivitas penangkapan ikan memerlukan kewaspadaan tinggi serta penerapan prosedur keselamatan kerja selama berada di atas kapal.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Miftakhul Ulum masih terus berlangsung. Pihak berwenang mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan perlengkapan pelindung diri, serta meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di laut guna meminimalkan risiko kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *